INILAH NEGRIKU!

Filed Under (CERPEN, EBOOK - NOVEL, GAYA HIDUP, Misteri & Sejarah, nature tourism in Indonesia) by Aidil Akbar on 15-05-2013

cb887819b6495d170495ed048bd2ab90_images
Tuhan… Lihatlah…
Inilah Negriku!

Negri Yang Penuh Para Penipu,Negri para Benalu!
Negri yang sudah tak asing Bagiku,Negri yang semakin terobsesi oleh .
Harta dan Jabatan
Mungkin Karna Harta dan Jabatanlah Mereka bisa Berkuasa,
Merekalah Pemenang, Merekalah yang merasa dirinya yang Terhebat.
Dan inilah Negriku Indonesia,Negri yang paling hebat,Negri penguasa,
Negri para Korupsi!!.

yang kaya semakin kaya yang miskin, ya semakin miskin.
Yah,bisa di bilang negriku saat ini seperti sebuah pertunjukan besar.
antara KORUPSI,HUKUM,JABATAN,HARTA DAN RAKYAT KECIL.

- Para korupsi dan harta sebagai Produser dan Sutradaranya .
- Hukum dan Jabatan sebagai Pemainnya.
- Dan Rakyat Kecilah yang Jadi Penontonnya.

Hmmhh…
Apakah ini sudah menjadi kehendakmu tuhan…
Kalo memang iyah,aku hanya bisa berpasrah diri kepadamu,
dengan keadaan negriku ini.
Kumohon tolong sadarkanlah mereka,dekatkanlah kemakmuran di negriku ini,
jauhkanlah musibah dan mala petaka di negriku ini tuhan.
Amin.

Aidil.

  • Facebook
  • Google
  • StumbleUpon
  • TwitThis

Filed Under (CERPEN) by Aidil Akbar on 11-05-2013

e61c4ddda66c5deb6d3d52b871f66fd3_awekk
“Good communication comes from people to people, but great communication comes from people to Allah.”

Komunikasi yang bagus datang dari manusia ke manusia, namun komunikasi yang luar biasa datang dari manusia ke Allah.

  • Facebook
  • Google
  • StumbleUpon
  • TwitThis

waiting for you

Filed Under (CERPEN) by Aidil Akbar on 09-04-2012

waiting for you

waiting for you


Saat malam mengambil alih
saya hampir bisa merasakan keberadaan anda di sini
Saya bersumpah, bahwa saya masih merasakan anda begitu dekat..
dan Saat angin dingin ini mulai mengambil alih
saya bisa merasakan anda mulai menjauh
Anda sudah pergi begitu lama
Hingga hari itu ..
saya ingin membawa anda pulang ..
andai anda tahu bahwa saya sedang menunggu .
-.-

  • Facebook
  • Google
  • StumbleUpon
  • TwitThis

REALITA HIDUP

Filed Under (CERPEN) by Aidil Akbar on 25-12-2011

Category : Cerpen
By : Aidil’s_.Schizo.Com
373089_212211735475146_1697450326_n1
INI HIDUPKU ??? DI AMBIL DARI KISAH HIDUPKU DAN MEREKA
ORANG ORANG DISEKITARKU.

pilihan itu begitu sulit, tapi mau tidak mau harus tetap memilih
hanya Harapanpilihan, yang dipilih , mungkin itu yang terbaik
terkadang aku takut, ketika aku salah memilih.
dan yang ku takutkan, bukan diriku yang akan hancur
tapi mereka yang ada di sekitarku.
aku takut melukai mereka
tapi aku berpikir, ini hidupkumau sampai kapan aku dihidupkan oleh omongan kosong (kemauan) mereka?
Aku menatap diriku ini, dan
hatiku berkata :
Hey aidil ..
Pikirkan kembali dan bicara padaku
Apakah kamu tumbuh sesuai
Untuk merencanakan semua ini?
Dan aku berkata : Coba kamu pikir apakah saya membuang-buang
waktu,,sehingga saya melakukan hal yang saya
Ingin lakukan?
Tapi menyakitkan.. ketika hatiku Berkata ..
“aku mengerti dan aku sedang berusaha keras untuk membuat diriku bahagia,, tetapi Aku juga ingin membuat orang lain bahagia,,karena Aku tidak pernah akan menjadi baik untuk mereka”. .
Aku tidak akkan bisa berpura-pura bahwa Aku akan baik-baik saja
karena ketika kehilangan semuanya tidak ada yang berlangsung selamanya.
Maaf , , ,
aku memang tidak bisa Sempurna ,,,
mungkin Sekarang terlalu terlambat
dan tidak akan dapat kembali ..
Terkadang Aku selalu mencoba untuk tidak berpikir
Tentang rasa sakit itu,,karena aku masih merasa ada di dalam..diri mereka..
Semua hari itu telah aku habiskan waktu dengan mereka..dan Sekarang tampak begitu jauh
aku merasa seperti mereka tidak peduli lagi .
aku tau Tidak ada yang akan berubah dari Hal-hal yang pernah mereka katakan,
tetapi Aku tidak percaya itu sulit ..
Hanya untuk berbicara dengan mereka,Tapi mereka tidak pernah mengerti..
Seharusnya aku masih bersemangat hari ini..
Seperti minggu lalu, bulan lalu, juga tahun lalu.
Entah kenapa hari ini serasa berat sekali kaki ini melangkah.
melangkah ke arah dimana selama hampir 1 tahun aku di sana,
dari senin hingga jumat,
bahkan sabtu minggu jika perlu .hahaha :D
aku sempatkan datang untuk sesuatu yang harus dikejar, seharusnya aku mulai melanjutkan lagi hari ini.
seperti rencana - rencana sebelumnya, mengejar waktu yang berlari ringan tanpa beban,
bahkan sambil berpikir keras sepanjang perjalanan,apa yang harus aku lakukan nanti sesampainya di sana??
(membuat list things to do di sekat otak yang tersisa).

Yah,,,
kebiasaan setiap pagi yang masih sangat lekat
hingga tidak bisa melupakannya begitu saja. tapi tidak untuk hari ini,tidak untuk pagi ini, dan juga tidak untuk saat ini..
kaki ini masih terus berjalan, tapi hatiku tidak!!.
ingin rasanya memulai sesuatu yang baru,sesuatu yang membuat otak2 kecilku berdenyut riang kembali,tapi tiba2 aku takut, mungkin aku takut sesuatu yang baru akan menyeretku menjadi orang yang asing,menjadi orang baru yang jauh berbeda dari saat ini.
tapi aku harus,, aku sudah memutuskan,semua terjadi begitu cepat dan mengagetkan.
kadang terlalu banyak yang aku inginkan,tapi aku tahu Dia punya rencana terhadapku,
dan semua kejadian memang benar ada hikmahnya.
aku juga tahu apa lagi yang aku inginkan saat ini,
Dia punya arti penting hingga aku ada pada pelataran gerbang ini,
aku hampir sampai,, tapi belum waktunya aku masuk ke gerbang itu.
sayang dia itu semu bagiku, Dia gak keliatan, Dia itu jauh.
mungkin sakit kepala ini yang membuatku bimbang,
atau bimbang ini yang membuatku sakit kepala?
Jemu!!!,rasanya jemu,terombang-ambing dalam dimensi waktu,
Sudahlah Sudah
Biarkan bumi saja yang jadi perantara,
biarkan waktu saja yang bicara,
walaupun sama tahu tak adil rasanya..
Memang kita dihadapkan pada realita,
Terkadang hidup ini nggak seperti apa yang kita bayangkan, kita impikan ato bahkan kita harapkan sekalipun. Dan nggak jarang hidup ini selalu berlawanan dengan keinginan kita. Namun demikian, itulah kenyataan.
Kenyataan terkadang membuat banyak orang bahagia, dan nggak sedikit pula kenyataan terkadang menyakitkan. Dan pernyataan terakhir sekarang telah menghampiriku. Walaupun demikian, aku akan tetap memcoba untuk menikmatinya. Karna kenyataan nggak akan pernah terhindari, kapada siapapun, dan dimanapun.
Aku terlalu banyak melihat kehidupan ini adalah kebohongan, sampai-sampai aku nggak menyadari bahwa kebohongan itu adalah kenyataan dalam kehidupan ini. Terkadang aku merasa seperti sebuah kapal yang tak berawak. Terombang-ambing di tengah lautan yang luas dan nggak tahu harus kemana tujuan akhirnya. Menunggu seorang awak yang mau mengemudikan ku ke sebuah tempat yang baru, namun menyenangkan bagiku.
Terkadang aku terlalu takut akan bayangan masa depan, terkadang aku terlalu takut akan impianku sendiri. Entah kenapa, aku tak pernah tahu, dan aku takkan pernah tahu, ato bahkan mungkin aku sendiri yang memang nggak pernah ingin tahu. Aku terlalu banyak mengitu kamana arah angin, seperti sebuah kapas, begitu mudahnya aku terbawah olehnya. Sampai-sampai aku sendiri tak tahu harus kemana aku pergi, kemana aku harus singgah, kemana tujuan ku sebenarnya. Aku tak pernah tahu, aku takkan pernah tahu, dan lebih parahnya lagi, aku sendiri nggak pernah ingin tahu kemana angin membawaku.
Dan sekarang aku mulai sadar, walaupun aku telah sadar sebelumnya, tapi aku nggak pernah menyadari akan kesadaran itu. Nggak akan selamanya aku seperti ini, nggak selamanya aku harus takut, nggak akan selamanya.
Aku harus punya tujuan hidup, aku harus punya impian untuk mencapainya.
Nggak seharusnya aku takut pada impian ku sendiri, nggak seharusnya aku takut pada bayangan masa depan ku, dan juga, nggak seharusnya aku harus takut pada kenyataan, nggak seharusnya. Dan itu nggak kan ku biarkan lagi terjadi.
Aku harus punya tujuan atas hidupku, tujuan yang kelak akan membawaku pada masa depan ku, agar aku bisa merubah impian ku menjadi sebuah kenyataan. Dan semampuku, semua ini bakalan aku buktikan. Kepada mereka yang telah menyepelehkan kehidupanku, kepada mereka yang telah meremehkan hidupku, dan kepada mereka yang meragukan masa depanku. Akan aku buktikan, bahwa aku bisa.
Aku tak mau lagi dengan kebohongan-kebohongan yang bau pekat memuakkan. Dimana kebohongan-kebohongan yang selalu memberikan ku bayangan kenyataan akan kehidupan yang indah. Sekarang telah aku sadari, bayangan kenyataan itu bukanlah kenyataan sebenarnya, melainkan seperti sebuah rumah mewah yang terbuat dari papan tanpa paku. Yang pada saat aku membuka pintu dan masuk, akan roboh menimpaku.
Dan telah aku sadari, kenyataan yang sebenarnya adalah kebohongan-kebohongan itu sendiri.
Aku ingin seperti burung yang terbang tinggi disana. Terbang bebas kemana pun aku suka, tanpa ada seorangpun yang melarangku, mengekangku ato bahkan menyuruhku. Itulah yang ku inginkan saat ini. Karna, aku ingin bebas.

Hari ini saya megajak kalian untuk melakukan apa yang ingin kalian lakukan..
Sekecil apapun itu, serendah apapun diri kalian, jika kemauan itu dapat merubah hidup Kalian menjadi lebih baik, Lakukanlah!!! Jangan jadi Pecundang!!!
Jadikan ejekan, hinaan, dan hambatan sebagai batu lompatan.
Niat Kalian lebih berharga dari sebuah angka akademis, prestasi nilai, taraf hidup, kekurangan fisik, minoritas suku, dan apapun yang membuat kalian berbeda dengan lingkungan Kalian.
Hidup kita mahal, karena pembuatnya adalah maestro terhebat, Ilmuan dari segala ilmuan, dan tidak ada yang boleh merendahkan anda didunia ini, karena Tuhan menciptakan Kalian dengan Sempurna.
Mana bisa menjadi diri sendiri, yang seutuhnya jika kita belum mengoptimalkan potensi diri kita seutuhnya? Kita tidak pernah tahu sampai dimana potensi diri kita. Namun sejauh mana pun kita sudah mengoptimalkan potensi diri saat ini, kita masih bisa terus meningkatkannya. Mungkin kamu masih bisa lebih baik dari saat ini, sesukses apa pun kamu saat ini. Tidak ada yang namanya pencapaian puncak dunia ini. Yang ada hanya nanti di akhirat saat bertemu Allah SWT.
Jadi selama di dunia, kita masih bisa memperbaiki diri kita. Kita jadikan hari ini lebih baik dari hari kemarin dan menjadikan hari esok menjadi lebih baik dari hari ini.

“Waktu adalah pedang, jika kamu bisa menggunakan dengan baik, maka pasti akan membawa keberuntungan, tapi jika kau menggunakan dengan buruk, pasti dia akan membunuhmu.”
THE END.

  • Facebook
  • Google
  • StumbleUpon
  • TwitThis

Sial Berulang

Filed Under (CERPEN) by Aidil Akbar on 22-12-2011

persetan dengan diri sendiri! bosan! pindah tubuh tak ada dalam pilihan. keyakinan keagamaan pun tak cukup puas membendung lubang kebobrokan nasib. luka dari kecil pun tak tertutup tutup.. mengelupas layaknya air mancur getah pohon. emosi mengubah persepsi, menurunkan tone kehidupan, mempermainkan dimensi nyawa.

  • Facebook
  • Google
  • StumbleUpon
  • TwitThis